FATIPA UNISRI Mendorong Mahasiswa Menjadi Foodpreneur

enterpreneur mahasiswa

Fakultas teknologi dan Industri Pangan (FATIPA) UNISRI menyiapkan mahasiswanya untuk bisa menjadi foodpreneur di masa depan.  Sesuai dengan cita-cita kampus UNISRI yaitu menjadi kampus entrepreneur, FATIPA turut mendorong dan memberikan fasilitas kepada setiap mahasiswa melalui berbagai cara. Rabu (14/3) FATIPA UNISRI mengundang seorang foodpreneur  muda yang bergerak di bidang usaha makanan cepat saji yaitu Atika Yahdiani Ikhsani, S.TP., M.Sc atau yang sering di panggil Atika. Atika merupakan pemilik Chiken dan Bento yaitu bisnis makanan cepat saji dan Frozen food. Sebagai seorang lulusan teknologi pangan, Atika memberikan wawasan kepada mahasiswa-mahasiswa FATIPA UNISRI tentang  bagaimana cara memulai wirausaha, halangan dan rintangan yang harus dihadapi serta bagaimana cara penyelesaiannya.

Atika Yahdiani Ikhsani, S.TP., M.Sc mengatakan bisnis makanan merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa digantikan dengan apapun, tanpa makanan manusia tidak akan bisa hidup. Untuk itu, banyak peluang yang harus dimanfaatkan khususnya mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri pangan dimana mereka memiliki ilmu tentang pengolahan bahan pangan, manajemen mutu, ilmu gizi, maupun keamanan pangan.

“ Sejak mahasiswa saya sudah memulai berbisnis kecil-kecilan. Kemudian setelah lulus, saya mendirikan Chiken dan Bento (Chik Ben). Mendirikan Chik Ben bukan hal yang mudah. Banyak masalah, rintangan dan hambatan. Tetapi, itu semua justru menjadi tempat saya untuk belajar dan tekun melakukan perbaikan” tutur  Atika.

Atika memulai bisnis Chiken dan Bento dari nol. Bahkan Ia mengaku membuat semua resepnya sendiri dengan metode trial and error. Resep yang Ia peroleh saat ini merupakan hasil uji coba yang telah mengalami berkali kegagalan. Tapi Ia pantang menyerah. Sikap pantang menyerah merupakan ciri seorang wirausaha. Terbukti, kerja keras Atika sudah mulai membuahkan hasil. Kini Ia sudah memiliki 3 buah outlet dan sedang menyiapkan satu outlet baru. Ia juga sudah memproyeksikan akan menjadi franchisor dalam waktu dekat.

Kuliah tamu  diakhiri dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa sangat antusias untuk bertanya seputar foodpreneur yang sudah dijelaskan. Putri, salah seorang mahasiswa semester 4 mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara mendapatkan modal untuk memulai usaha.

“Modal bisa dimulai dari berapapun semampu kita, kalau bisnis sudah establish dan pasar sudah jelas. Modal bisa diperbesar dengan meminjam. Jangan lupa memeprhitungkan keuntungan dengan bunga pinjaman. Dan yang perlu diingat, modal tidak hanya sebatas uang. Ilmu yang kalian miliki itu juga modal. Modal yang tidak kalah berharganya” pungkas Atika sebelum menutup kuliahnya.

By Vivi Nuraini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *