banner ad

SEJARAH

  1. Sejarah  dan perkembangan

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian(FTP) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) berdiri dengan SK Dirjen Dikti No. 099/D/O/1994, tanggal 19-12-1994, mulai beroperasi pada tahun 1998, selanjutnya diajukan kembali (restatus), sehingga memperoleh SK Mendiknas No. 2221/D/T/2008 tanggal 15 Juli 2008.

Fakultas Teknologi Pertanian didirikan terdorong oleh kenyataan pada saat itu yang menunjukkan masih langkanya Fakultas Teknologi Pertanian khususnya di Jawa Tengah dan di Kota Solo. Pada saat berdirinya, di tingkat Jawa Tengah belum ada Fakultas Teknologi Pertanian yang dikelola oleh PTN. Pada saat itu FTP Unisri merupakan Fakultas Teknologi Pertanian  yang pertama kali didirikan atau satu-satunya di kota Solo.

Sesuai SK tersebut  di atas FTP – Unisri pada awal berdirinya memiliki dua jurusan dan program studi, yaitu :

  1. Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dengan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (TPHP).
  2. Jurusan Teknologi Industri Pertanian dengan Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP).

Upaya untuk meningkatkan status Fakultas juga dilakukan dengan mengajukan status akreditasi yang pertama kali pada bulan Maret tahun 2005, dengan hasil telah diperolehnya status terakreditasi Fakultas Teknologi Pertanian Unisri (Program Studi Teknologi Hasil Pertanian)  dengan nilai B. Selanjutnya pada tahun 2010 Program Studi Teknologi Hasil Pertanian mengajukan kembali satus akreditasinya dan memperoleh nilai B  dengan SK BAN-PT nomor : 029/BAN-PT/Ak-XIII/S1/XII/2010 tanggal 3 Desember 2010. Program studi Teknologi Hasil Pertanian berencana merubah nama Progdi menjadi Progdi Teknologi Pangan. Perubahan nama progdi tersebut didasarkan pada konsentrasi kurikulum yang mengarah ke bidang ilmu dan teknologi pangan. Alasan lainnya yaitu nama Progdi Teknologi Pangan akan lebih mempermudah masyarakat dalam memahami orientasi dari Progdi, dibandingkan dengan jika menggunakan nama Teknologi Hasil Pertanian, dimana masyarakat lebih memahaminya sebagai bagian dari onfarm dan bukannya offarm.